Labels

Labels

Labels

Tampilkan postingan dengan label Study. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Study. Tampilkan semua postingan

22 April 2009

Memanen Buah Kesabaran



Jangan terkecoh dengan keberhasilan seseorang. Dibalik kejayaan selalu ada jalan panjang yang berisikan catatan perjuangan dan pengorbanan. Keringat dan kepayahan. Tak ada jalan pintas untuk sebuah kesuksesan. Bila anda terpesona pada kenyamanan yang diberikan oleh kesuksesan, anda bisa lupa dari keharusan untuk berupaya. Namun, bila anda terkagum pada ketegaran seseorang dalam berusaha, anda menyerap energi kekuatan, keberanian dan kesabaran. Tak ada harga diskon untuk sebuah keberhasilan. Berusahalah terus. Pohon besar mampu menahan terjangan badai karena memiliki batang dan akar yang kokoh. Belasan tahun diperlukan untuk menumbuhkan dan melatih kekuatan. Bulan demi bulan, hujan menguatkan jaringan kayunya. Tahun demi tahun, pohon-pohon besar lain melindunginya dari terpaan hujan. Tak ada hitungan malam untuk mencetak sebongkah batang yang tegar. Tak ada hitungan siang untuk menumbuhkan akar yang kekar mencengkeram bumi. Hanya dengan kesabaranlah anda bisa meraih keberhasilan. Tumbuhkan kesabaran bukan sekedar kecepatan meraih sukses.

Paragraf indah yang saya ambil dari sebuah blog. Teringat akan petani... Analogi ini saya ambil, bukan karena saya adalah orang yang bercita-cita sebagai petani. Namun, kita harusnya belajar dari seorang manusia yang memiliki pekerjaan sebagai petani. Petani menurut saya adalah orang yang paling sabar, paling bersyukur atas nikmat Tuhan dan paling menerima apa yang sudah menjadi takdir nya. Jika kawan mengaku sebagai orang yang paling sabar dan paling bisa menerima keadaan. Maka tiliklah petani kita. Lihatlah, bagaimana mereka bekerja sekuat tenaga menggemburkan lahan, bermandi keringat saat menanam,bersabar ketika tanaman diserang hama. Subhanallah....Tuhan menciptakan manusia yang sedemikian sabar nya menjalani profesi yang bergitu keras. Padahal, apa-apa yang telah diupayakan bukan semata untuk kepentingan diri sendiri dan keluarga. Semua demi hajat hidup orang banyak. Mereka rela hidup susah agar orang lain dapat makan, dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Petani, di mata saya selalu hanya itulah pekerjaan yang paling mulia. Setiap butir nasi yang disaji, setiap lauk yang ada, semua hanya akan tersedia jika ada petani.


Hari ini, baru saja saya melakukan hal yang dinanti-nanti setiap petani manapun, yaitu masa panen. Panen adalah kegiatan yang paling menyenangkan. Karena, pada panen lah, kita akan melihat hasil kesabaran. Menuai hasil. Tanaman yang ditanam dengan doa, disiram dengan kasih sayang, dan dipupuk dengan cinta, serta dipanen dengan syukur..maka hasil nya adalah nikmat. Alhamdulillah...Setelah mengalami berbagai proses panjang dalam penanaman, mulai dari penanaman ulang yang harus dilakukan 3 kali dikarenakan banyak tanaman yang mati terkena hujan deras, ancaman akan dirubah ulang semua penanaman yang telah dilakukan, hama ulat yang dengan nikmat nya menyantap daun-daun rosella, hingga kelangkaan dan naiknya harga pupuk yang membuat kepala saya senewen. Semua itu, semua perjuangan dan pengorbanan (cieee....) sudah cukup terbayar melihat tanaman rosella saya kini telah berbunga dengan lebatnya dan siap untuk dipanen.

Satu batang tanaman yang siap untuk dipanen..

Harus menggunakan gunting untuk dapat memisahkan bunga dari tangkai nya.

Beberapa teman yang membantu saya panen.

Hasil panenan. ini baru sebagian kecil.


Read More

10 April 2009

Dokumentasi Penelitian

Alhamdulillah, selalu kata syukur yang terucap, semoga tanaman rosella saya bisa tunbuh dengan kokoh nya sehingga mampu memberikan hasil yang maksimal...
Iseng mau upload foto-foto rosella saya sekarang.

Dari benih yang sangat kecil, sekarang tanaman saya sudah sebesar ini. Dalam 1 pohon memiliki beberapa batang. Dalam 1 batang, memiliki 10 cabang. Sehingga satu pohon mampu memiliki sekitar 30-50 cabang. Di mana setiap cabang mampu menghasilkan 20 bunga. Subhanallah..banyak sekali bunga yang akan dihasilkan.

Seluruh lahan kini telah tertutup dengan tanaman rosella yang semakin tinggi dan besar.

Mahkota bunga dari rosella merah. Cantik sekali. Mirip kembang sepatu karena mereka memang satu genus.

Alhamdulillah...Sudah banyak bunga nya. Sebentar lagi bisa panen.

Perbedaan antara bunga rosella ungu dan rosella merah. Di usia yang sama, bunga rosella merah berukuran lebih besar dibanding bunga rosella ungu. Hal ini dikarenakan muncul nya bunga rosella ungu memang labih lambat.


Perkembangan bunga rosella merah. Hihihihi....

Saya bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah hingga saat ini. Moga diberi kemudahan hingg akhir ^^)p Amin...

Read More

12 Maret 2009

Kecoa...

Kecoa, binatang yang dianggap sebagai pengganggu, ternyata memiliki banyak keunggulan, yang membuatnya tetap eksis sejak 300 juta tahun lalu. Terutama sistem senso-motorik kecoa menarik perhatian para ahli. Selain itu kemampuan adaptasi kecoa, dalam lingkungan paling ekstrim amat mengagumkan.

Tidak banyak orang awam yang tahu, bahwa serangga besar ini, sudah ada di muka Bumi sejak 300 juta tahun lalu. Jadi lebih tua dari Dinosaurus. Ketika keluarga reptil raksasa Dinosaurus musnah sekitar 65 juta tahun lalu, keluarga kecoa terus bertahan hidup, hingga kini. Para ahli biologi bahkan memperkirakan, jika terjadi bencana atom di muka Bumi, salah satu makhluk hidup yang akan tetap eksis adalah kecoa. Mencengangkan, tapi juga sekaligus mengusik rasa penasaran.

Salah satu yang menarik perhatian para peneliti, adalah sistem saraf motorik kecoa. Sejak lama diketahui, binatang yang dianggap hina dan cuma menjadi pengganggu manusia itu, memiliki kecepatan reaksi amat mengagumkan, untuk meloloskan diri dari bahaya. Rahasianya terletak pada sistem saraf dan sistem gerak motorik kecoa. Serangga ini, dalam sejarah evolusinya yang panjang, mengembangkan dua sistem senso-motorik yang independen. Dalam arti, keduanya dapat berfungsi berbarengan, atau juga berfungsi masing-masing tanpa tergantung sistem yang lain.

Sistem senso-motorik yang pertama berada di bagian kepala, dengan dua antena yang berfungsi sebagai penala getaran. Dan yang kedua di bagian kaki belakang yang menerus ke bagian perut, dengan rambut-rambut halus, yang juga berfungsi serupa antena. Penelitian Prof. Christopher Comer, ahli saraf dari Universitas Illinois di Chicago AS, menunjukan kecepatan lari kecoa sebetulnya tidak mengagumkan, yakni hanya sekitar lima kilometer per jam. Tapi yang sangat mengagumkan, adalah kecepatan reaksi sistem senso-motoriknya dalam menanggapi rangsangan dari luar. Jika sistem penala getaran di kaki belakang atau antena di kepala mendapat rangsangan tiba-tiba, reaksinya terjadi hanya dalam waktu 15 sampai 20 milidetik. Atau lebih cepat dari kedipan mata, kecoa sudah lari dan menghilang di bawah lemari atau meja.

Bandingkan dengan kecepatan reaksi otak manusia, yang memerlukan waktu sekitar 200 milidetik, untuk menanggapi rangsangan dari luar. Dengan kecepatan reaksi terhadap rangsangan yang luar biasa ini, sudah mencukupi bagi kecoa yang memiliki kecepatan lari hanya lima kilometer per jam, untuk dapat melepaskan diri dari segala bahaya. Yang juga amat menarik, adalah dua sistem senso-motorik kecoa yang terpisah dan independen. Jika salah satu sistemnya disabot atau dimatikan, sistem yang lain masih tetap aktif dan berfungsi. Juga kecoa yang dipotong kepalanya, masih bereaksi secepat semula.

Robot sensomotorik kecoa

Dengan mengamati sistem senso-motorik kecoa, dewasa ini dikembangkan berbagai kegunaan praktis dari keunggulan sistem tsb. Misalnya saja para ahli robotik, kini berusaha mengembangkan robot yang memiliki dua sistem sensorik independen. Bidang terapan dari senso-motorik buatan ini, juga cukup luas. Mulai dari produk untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mobil misalnya, sampai ke robot penjelajah untuk misi luar angkasa. Di masa depan, robot penjelajah planit Mars sekelas Spirit atau Opportunity misalnya, bisa dilengkapi sirkuit pengendali ganda, yang berfungsi independen persis seperti sistem senso-motorik kecoa. Jika salah satu sistem macet, yang lainnya tetap berfungsi. Dengan begitu kehandalan misinya dapat dijamin.

Robot yang meniru sistem saraf motorik kecoa, dikembangkan oleh para peneliti robotik di Universita Case Western di Cleveland Ohio, AS, masing-masing Daniel Kingsley, Roger Quinn dan Roy Ritzman, menunjukan bahwa dengan meniru sistem ganda saraf kecoa, terbukti robotnya menjadi lebih handal. Robot berbentuk mobil atau rover seperti penjelajah Mars, akan mengalami kesulitan besar jika salah satu rodanya macet atau sistem pengendaliannya rusak. Namun dengan meniru sistem saraf motorik kecoa, hambatan semacam itu dapat ditanggulangi segera.

Terapan di dunia kedokteran

Selain penerapannya di wilayah teknologi robotik, penelitian sistem saraf kecoa oleh Prof. Christopher Comer dan Angela Ridgel dari Universita Case Western di Cleveland –Ohio, juga menunjukan arah terapannya dalam dunia kedokteran. Kecoa yang memiliki kecepatan reaksi mengagumkan, ternyata juga menderita penyakit degradasi pada alat motoriknya. Yakni gejala seperti rematik pada kakinya, jika umur kecoa sudah tergolong tua. Kecoa yang berumur 60 minggu, ternyata berpenyakit tungkai, sama seperti pada manusia lanjut usia.

Penelitian menggunakan kamera ultra-cepat, yang mampu merekam 125 gambar per detik menunjukan, kaki kecoa tua, tidak bisa lagi diajak mendaki permukaan yang menanjak. Juga reaksinya terhadap rangsangan dari luar menurun tajam. Jika sebelumnya, perubahan angin sedikit saja, memicu reaksi dari sistem motoriknya, kecoa tua memerlukan waktu untuk bereaksi. Diamati, kadang-kadang kecoa tua ini bereaksi seperti biasa, yakni lari secepat kilat, untuk menyembunyikan diri. Atau malahan terdiam di tempat, untuk mengolah rangsangan yang datang. Akibatnya kecoa tua lebih mudah ditangkap atau dibunuh.

Bagi para ahli saraf sifat degeneratif sistem saraf kecoa, menjadi bahan pelajaran menarik. Karena sistem saraf kecoa relatif sederhana, dan serangga itu juga relatif besar, lebih mudah melakukan pengamatan, mengapa terjadi degenerasi sistem saraf. Selain itu, proses penuaan pada kecoa tidak perlu ditunggu bertahun-tahun, seperti pada binatang menyusui yang dijadikan obyek penelitian. Sementara hasilnya, dapat dianalogikan pada sistem saraf binatang menyusui, yang jauh lebih kompleks dan lebih sulit diteliti.

Potong kepala

Penelitian yang dilakukan Ridgel dalam berbagai situasi, menunjukan kecoa tua ternyata kehilangan koordinasi terhadap kedua sistem saraf motoriknya. Tapi, ketika kecoa tua dipotong kepalanya, gerakan motoriknya menjadi pulih kembali seperti kecoa muda. Apakah kerusakan pada sistem saraf sentral, yang berpusat di otak yang menyebabkan gangguan gerak motorik ini? Rigdel dan tim penelitinya belum menarik kesimpulan sampai ke situ. Tapi penelitian oleh tim lainnya, menegaskan kemungkinan tsb. Hanya saja masih dipertanyakan metode penelitiannya. Apakah pengamatan dilakukan segera, setelah kepala kecoa tua dipotong, atau beberapa jam kemudian?

Namun berbagai penelitian terhadap kecoa, dapat ditarik manfaatnya bagi penelitian proses penuaan pada manusia. Sebab proses penuaan pada kecoa, mirip dengan proses penuaan pada manusia. Misalnya saja dicirikan oleh menurunnya fungsi sistem saraf pusat dan anggota badan motorik. Juga kemampuan otak untuk bereaksi menurun tajam. Kecoa tua akhirnya mati, karena kerusakan pada jaringan sistem saraf pusat dan sistem gerak motoriknya.

Semula tidak diduga, bahwa kecoa dapat mencapai umur cukup tua, seperti pada manusia modern, yang kini memiliki kecenderungan berumur lebih panjang. Namun juga menghadapi risiko, menurunnya kemampuan motorik dan degenerasi sistem saraf pusat dan otak. Dari penelitian kecoa, para peneliti sistem saraf dan gerak motorik mengharapkan, dapat mengembangkan metode atau obat, untuk mencegah atau memperlambat proses menurunnya kemampuan otak. Selain itu, berdasarkan hasil penelitian kecoa, juga diteliti kemungkinan, untuk tetap mempertahakankan kemampuan gerak motorik pada manula.


Read More

8 MST

Sudah beberapa lama saya tidak memposting tulisan baru. Sepertinya selain karena kesibukan penelitian yang cukup menyita waktu, tenaga dan pikiran, juga karena saya memang sedang tidak ada ide. Nah, saya akan sedikit menceritakan kabar tentang tanaman rosella saya yang sudah memasuki minggu ke-8.

Beberapa minggu terakhir, intensitas curah hujan di Bogor sedang sangat tinggi. Hal ini tentu berdampak pada tanaman rosella saya. Walaupun rosella membutuhkan curah hujan cukup pada awal penanaman, namun jika dalam intensitas yang tinggi dapat membuat tanaman kelebihan air dan akhirnya busuk.

Penelitian saya mencoba meneliti perbedaan kandungan antosianin yang terkandung dalam rosella merah dan rosella ungu. Setelah saya amati, rosella merah memiliki beberapa perbedaan dengan rosella ungu, terutama pada hal penampakan. Pada rosella merah : batang dan tangkai daunnya memiliki warna merah yang terang. Sedangkan pada rosella ungu : batang dan tangkai daunnya memiliki warna merah keunguan yang agak gelap, pada daun terdapat semburat warna ungu. Jadi, dilihat dari penampakan fisik secara sepintas pun dapat dibedakan antara rosella merah dan ungu ^^)p

Dari literatur yang saya dapat, dijelaskan bahwa tanaman rosella ungu memiliki masa panen bunga yang lebih lambat dibandingkan rosella merah. Jadi, kemungkinan besar saya akan lebih dulu melakukan pemeriksaan produksi antosianin tanaman rosella merah baru kemudian rosella ungu.

Berikut adalah gambar tanaman rosella yang diambil setelah 6 Minggu Setelah Tanam :




Alhamdulillah..Sekarang tanaman rosella sudah mulai tumbuh besar. Semoga untuk ke depannya penelitian saya tidak menemui hambatan yang berarti..Amin..
Read More

31 Januari 2009

Apel Washington

Berada di sebuah komunitas pertanian sepertinya membuat saya belajar banyak hal. Nah, kali ini saya akan mencoba mengulas mengenai apel washington. Sedikit membagi info yang saya dapat dari mata kuliah Tanaman Buah semester ini.

Kebanyakan dari kita tentu pernah mengkonsumsi apel jenis ini. Di antara buah apel yang ada di pasaran, apel washington seperti nya cukup mampu menggeser pasokan jenis apel lainnya seperti apel fuji, royal gala maupun apel dari negeri sendiri. Selain harganya yang tidak terlalu mahal, ketersediaan apel ini di pasaran membuat orang senang mengkonsumsinya.

Namun..Pernah kah teman merasakan, ada sesuatu yang aneh pada apel ini. Salah satu yang saya temui adalah, apel jenis ini umumnya sering memiliki memar di beberapa bagian. Memar tersebut dapat kita raba saat apel ini dibeli, bahkan ketika dikupas pun memar dan warna kecoklatan nya lebih terlihat. Selain itu, apel ini memiliki rasa yang tidak terlalu segar, agak pahit dan aroma yang tidak harum seperti apel kebanyakan. Dan yang cukup membuat saya tidak suka membeli apel ini lagi adalah, bagian daging buah apel nya yang terasa seperti kapas. Tidak serenyah apel lain.

Usut punya usut, akhirnya saya mengetahui penyebab apel washington "berbeda"....


Seperti kita keahui bersama, AS merupakan negara subtropik yang memiliki empat musim. Karena ada nya empat musim itulah, maka AS hanya dapat melakukan panen terhadap semua komoditas pertanian nya satu kali selama setahun. Nah, karena kemampuan AS yang mampu menghasilkan apel dalam jumlah besar maka dapat dipastikan banyak sekali apel yang akan diekspor ke negara berkembang seperti kita (AS termasuk negara pengekspor apel terbesar ke-2 setelah uni eropa).

Panen yang hanya satu kali selama setahun dan untuk memenuhi kebutuhan buah di AS, maka para ahli di sana mencoba membuat sebuah sistem ruangan pendingin yang mampu menampung buah hasil
panen sehingga buah tersebut tetap segar selama setahun ke depan. Jika diilustrasikan seperti ini..Buah apel yang sudah dipanen, kemudian dilakukan teknik pasca panen guna menjamin kesegaran apel sehingga dapat dikonsumsii dalam waktu yang lama. Sebuah teknik yang patut diacungi jempol.

Namun, siapa yang tahu..Ternyata, tidak semua apel yang dipanen satu kali ini habis dikonsumsi oleh masyarakat AS. Setelah mereka panen lagi di tahun berikutnya, maka apel yang masih ada di ruang pendingin terpa
ksa dikeluarkan agar apel hasil panen baru dapat dimasukkan. Misalnya apel tahun 2008 menggantikan tempat apel 2007. Lalu dikemanakan apel tahun 2007 itu??

Sungguh tidak disangka, apel tahun 2007 itu dikirim ke negara kita (padahal kan sekarang sudah 2008). Akhirnya saya jadi tahu, penyebab apel jenis ini sudah seperti apel yang tidak layak makan lagi. Ya, karena memang apel ini harusnya sudah ada di tong sampah. Tidak layak dijual lagi.

Berdasarkan data yang saya cari di sebuah sumber, diketahui bahwa kandungan gizi dalam 100gram apel adalah sebagai berikut :

Energi yang dikandung: 207 kJ/Kcal
Air: 84%, Serat: 2.3 g, Lemak: 0 g, Protein: 0.4 g, Gula: 11.8 g, Vitamin A: 2 mg, Vitamin C: 15 mg, Vitamin B1: 0,02 mg, Vitamin B2: 0,01 mg, Vitamin B6: 0,05 mg, Vitamin E: 0,5 mg.

Dibandingkan dengan jeruk, apel mengandung 50 % lebih banyak vitamin A. Vitamin ini berfungsi untuk menyembuhkan influenza dan infeksi lainnya. Khasiat lainnya menjaga mata dalam kondisi baik dan mencegah kebutaan.
Apel mempunyai kandungan vitamin C dan B yang penting untuk mempertahankan kesehatan saraf. Vitamin C penting untuk pembentukan tulang dan gigi. Mineral besi (Fe) pada buah apel, meskipun kandungannya tidak tinggi tetapi mempunyai kemampuan untuk membantu penyerapan Fe dari makanan lain seperti telur dan hati. Demikian pula kalsium dalam apel, dapat membantu sistem pencernaan untuk menyerap kalsium dari makanan lain.

Di samping zat-zat gizi tersebut di atas, rahasia apel sebagai pencegahan penyakit terletak pada kandungan karoten dan pektinnya yang merupakan serat larut dalam air. Pektin merupakan salah satu tipe serat kasar yang mempunyai beberapa keuntungan, karena merupakan serat yang berbentuk gel, pectin dapat memperbaiki otot pencernaan dan mendorong sisa makanan pada saluran pembuangan. Pektin juga dikenal sebagai antikolesterol, bila berinteraksi dengan vitamin C dapat menurunkan kolesterol darah. Selain itu, pektin juga dapat menyerap kelebihan air dalam usus dan memperlunak feses serta mengikat dan menghilangkan racun dalam isi usus.

Apel juga mengandung sejumlah senyawa yang berfungsi sebagai anti kanker. Penemuan mengemukakan bahwa senyawa tersebut meliputi: ellagic, asam caffeic, klorogenik dalam jumlah 100 - 130 mg/100 g, terutama terdapat pada apel segar.

Buah apel mempunyai indeks glikemik (indeks pengukuran tentang cepatnya peningkatan gula darah) yang sangat rendah. Hal ini berarti bahwa pergantian gula yang terdapat secara alami pada apel tidak akan memacu kecepatan naiknya gula darah. Apel juga berfungsi mengontrol keluarnya insulin, sehingga tidak berlebihan. Bila dilakukan secara teratur dapat menjaga keseimbangan gula darah, selain itu apel juga dapat menurunkan tekanan dan kolesterol darah.
Dari petikan di atas, maka dapat dibayangkan, jika kita mengkonsumsi apel secara teratur, maka akan banyak manfaat yang dapat diperoleh. Namun, seandainya apel itu adalah apel yang sudah disimpan selama 1 tahun, apa masih ada nilai gizi nya? Jangan-jangan bukan nilai gizi yang terkandung, tapi timbul hal buruk lainnya.

Saya di sini hanya sebagai informan, yang mencoba membagi ilmu yang saya dapat dari dosen. Penyikapan dari info ini, kembali pada masing-masing individu. Kalau saya sendiri sih..jujur tidak terlalu suka apel washington dari awal. Semoga info ini berguna bagi kita semua ^^)p

* Ditulis sembari mengingat materi ujian tanaman buah kemarin. Terima kasih ya pak Win, sekarang nia jadi makin tahu.

Read More

23 Januari 2009

Masih Ujian ^^)p

Ujian Akhir Semester..Itulah yang saat ini sedang saya jalani. Oleh karena itu saya belum sempat mampir dan me-link teman yang sudah berkunjung ke blog saya ini..jadi, harap maklum ya. Mohon doanya moga dimudahkan.
Read More

12 Januari 2009

FieldTrip Manajemen Produksi Tanaman

Sabtu kemarin (10/01) saya bersama teman sekelas mengadakan kunjungan lapang ke berbagai tempat di Jawa Barat. Kunjungan ini diadakan dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan pada mahasiswa agar lebih mengetahui seluk beluk tentang manajemen produksi..


Kunjungan pertama, kami pergi ke daerah Pacet, Cipanas untuk melihat kebun sayur dan pengolahan sayur menjadi sayuran awetan yang akan dipasarkan ke Supermarket.

Ini saat presentasi sedang berlangsung.Pak haji yang kocak membuat kami tertawa tepingkal-pingkal di sela presentasinya. Tapi yang di gambar ini, kami lagi sibuk mendengarkan presentasi beliau.

Ini adalah salah satu produk dari "Kebun Pacet Segar", timun jepang yang sudah diasinkan. Selama materi berlangsung, saya dan teman2 hanya berkomentar "Hm..Memang vitamin nya masih ada ya klo sayurnya diawetkan?" trus ada juga yang berkomentar "Apa ada ibu RT yang mau pakai sayuran begini?" Komentar yang aneh2.. At least, buktinya mereka mampu koq membangun bisnis sayuran awetan sampai sekarang. Itu tandanya, prospek pasar untuk sayuran awetan juga ada ^^)p

Serai wangi yang siap dikemas untuk dikirim ke supermarket :) Jadi inget kucing yang ada di rumah. Klo lagi sakit biasanya makan serai wangi. Dan terbukti serai wangi dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat. Selain itu, juga sebagai penambah devisa negara kalau disuling minyak atsiri nya. Bermanfaat sekali.

Alat-alat yang digunakan dalam prosesing sayuran awetan. Mengingat adanya standar sterilisasi dalam pengolahan makanan, maka saya hanya dapat mengambil gambarnya dari luar saja.

Saya bersama teman2.Maksud hati ingin foto sendiri dengan latar tumpukan wortel dan sayuran lain, eh malah jadi hilang latarnya karena banyak yang nimbrung ikut foto. Ya sudahlah. Foto bareng teman juga asyik.

Sayangnya, karena kondisi yang sedang hujan, kami tidak jadi pergi melihat kebun nya *Hiks..Padahal ingin megang sayuran yang ada di pohon*. Selain itu, melihat jumlah kami yang mencapai 180 orang, maka Pak Haji *pemilik kebun* memilih untuk tidak mengajak kami ke lahan dengan alasan khawatir lahannya rusak *He..iya pasti rusak, Pak*

Kunjungan kedua, kami menuju ke daerah Cianjur. Daerah penghasil pandan wangi yang terkenal enak itu. Dan lagi-lagi..Di sini kami hanya memperoleh penjelasan, tanpa ada kunjungan ke lahan dan pabrik nya *Hiks..* Namun, walau begitu ada banyak informasi penting yang saya dapatkan terkait peredaran pandan wangi di pasaran. Bahwa, banyak petani pemasok beras ke sepermarket mngklaim berasnya adalah pandan wangi Cianjur. Padahal, setelah diperiksa ternyata hanya beras wangi biasa. Pandan wangi itu sendiri merupakan salah satu varietas dari beras wangi yang dikembangkan di Indonesia. Varietas beras wangi lain yang terkenal adalah mentik wangi. Petani Pandan Wangi di Cianjur sempat menyampaikan uneg2 nya. Karena kesalahan petani yang bersikap begitu *mengklaim berasnya adalah pandan wangi, padahal bukan* membuat petani yang benar2 menjual beras pandan wangi jadi menerima kerugian. Hal itu dikarenakan, konsumen jadi tidak percaya lagi. Duh..kasihannya petani kita..

Tak banyak yang bisa saya ambil gambar nya. Hanya ini saja. Contoh dari benih dari varietas Pandan Wangi dan gabah nya *Coba sekalian diajak makan ya..Jadi kan bisa sekalian cicip pandan wangi yang asli..Hoho..berharap sekali*

Setalah sholat Dzuhur dan makan siang, kami kembali bergerak menuju Bandung. Sebuah Perkebunan Kakao kami kunjungi. Sepertinya hanya di sini, saya bisa menghapus kekecewaan saya. Kekecewaan untuk tidak hanya mendengar materi seperti saat kuliah, namun juga mampir melihat pabrik pengolahan dan kebunnya. Yups..Saya mendapatkannya di sini.

Selamat datang di Kebun Panglejar, Afdeling Rajamandala. Maunya foto plang aja, eh malah jadi ikut difoto.

Ini merupakan gambar biji dari buah kakao yang difermentasikan. Bau sekali. Seperti bau tape tapi lebih menyengat.

Yang sedang ada di tangan saya adalah biji kakao yang telah mengalami berbagai proses. Nah, biji yang seperti inilah yang akan dikirim ke luar negeri. Untuk apa? Untuk diproses lebih lanjut menjadi coklat yang bisa dikonsumsi karena di Indonesia belum ada teknologi nya. Jadi, salah satu yan merugikan negara kita adalah ketika kita mengekspor biji kakao yang harganya tidak terlalu mahal, namun kemudian mengimpor coklat yang harganya mahal *Uuh..miris sekali*

Lagi-lagi..Himpunan Mahasiswa Gila Foto..Maksud hati ingin foto buahnya saja, malah jadi rame2. Buah yang ingin difoto, malah jadi tidak terlihat ^^)p

Pokoknya, hari itu walau cape tapi saya senang karena banyak ilmu yang saya dapat. Dan satu pelajaran yang saya dapat dan membuat saya ingin memajukan negara ini adalah ketika saya mengetahui bahwa sebenarnya Indonesia memiliki banyak SDA yang melimpah, hanya saja belum dapat termanfaatkan dengan optimal. Saya berdoa dan berusaha, semoga suatu hari nanti saya dan teman2 dapat membuat negara ini bangga dengan hasil karya kami.
Read More

04 Januari 2009

Penanaman Ulang


Setelah beberapa hari ada di rumah tercinta, akhrnya saya harus kembali juga ke rumah kedua, Bogor yang padat dengan angkot *Padahal masih ingin di rumah*. Tapi apa daya, karena ada kegiatan yang harus diikuti, hari Jumat saya memutuskan untuk kembali ke Bogor. Dan PR pertama yang menjadi pikiran saya selama di rumah, adalah memastikan bahwa rosella saya tumbuh dengan baik..Dengan senang saya berharap, mereka akan tumbuh dengan subur...Tapi yang terjadi tidak seperti yang diharapkan.


Sungguh, tak pernah saya duga..Ternyata kecambah rosella yang hidup hanya 5% nya saja..Ohh tidak!! Bagaimana bisa? Padahal saya sudah biasa menanam rosella, dan selalu tumbuh. Apalagi benih nya saya kecambahkan dulu sebelum ditanam. Selidik punya selidik, ternyata kecambah rosella nya kemungkinan besar dimakan belalang. Saya berpendapat begitu karena beberapa kecambah rosella telah hilang bagian daun muda nya. Jadi hanya tinggal batang nya saja *Huhuhu..aku harus mengulang penanaman lagi..* Yah, apa boleh buat, dijalani saja dan berdoa moga penanaman yang kedua lebih baik.SEMANGAT!!
Read More

22 Desember 2008

MULAI PENANAMAN

Beberapa hari ini, saya bukannya tidak ingin mengisi posting di blog. Hanya saja, penelitian saya sepertinya memang sedang membutuhkan perhatian penuh. Sejak Sabtu dan Minggu kemarin, saya sibuk menanam rosella yang akan diteliti, di lahan seluas 480m2 *luas sekali yang pasti. Sejauh mata memandang, yang terlihat hanya tanah saya saja* Buat mba-mas, tante-om, kakak-adik yang sudah memberi pesan pada saya, saya ingin meluruskan bahwa saya belum lulus kuliah, baru akan memulai penelitian :)


Saya ini memang orang yang sok kuat, seolah-olah bisa mengerjakan semuanya sendiri. Menyangkul, menanam, memberi pupuk kandang. Ternyata...Baru 6 petak, saya sudah meringis menahan perih karena kulit tangan yang terkelupas dan berdarah. Nyut..Nyut..sakit sekali..
Besoknya, saya putuskan untuk meminta bantuan seorang petani di sana. Dan inilah gambar2 yang dapat saya ambil selama saya melakukan penanaman.

Mempersiapkan benih varietas merah dan ungu. Sebelumnya, direndam dulu selama 24 jam. Setelah saya perhatikan, benih dari kedua varietas ini memiliki perbedaan, terutama pada hal bentuk. Benih rosella ungu lebih kembung dibandingkan rosella merah yang cenderung keriput.

Ini lahan yang akan ditanami rosella. Lumayan luas. 480m2.

Tapi, sebelumnya, saya harus merelakan tangan saya untuk berteman dengan pupuk kandang kambing..Bau, berlendir, lembab, dan banyak binatang (cacing, belatung, ect.) *Udah biasa megang beginian*

Saya sedang menanam benih rosella, kemudian meratakan pupuk kandang yang sudah diberikan. Intensitas curah hujan saat saya melakukan penanaman, cukup tinggi. Bahkan, penanaman sempat terhenti karena hujan. Awalnya, saya menggunakan sandal jepit, tapi karena baru beberapa langkah, sandal jepitnya sudah memiliki hak, maka saya putuskan untuk "nyeker" saja lah *Hoho..Kaos kaki ku, jadi berubah warna*

Bagian penanaman yang berat sudah terlewati. Tinggal merawatnya hingga 5 bulan ke depan. Tiap hari saya berdoa, "Ya Allah, turunkan lah hujan di bogor ini, agar rosella yang ditanam tumbuh subur dan tak kehausan"... *Padahal mah, karena memang malas nyiram..Hoho*
Read More

17 Desember 2008

KOLOKIUM

Alhamdulillah..Akhirnya, setelah menunggu sekian lama dan harus beberapa minggu diundur, akhirnya saya melakukan kolokium juga. Di FS dan Facebook, saya menuliskan bahwa saya minta doa dari kawan semua bahwa saya akan melakukan kolokium selasa kemarin (16/12). Namun, sepertinya memang sistem pendidikan di kampus saya berbeda dengan di kampus kawan2, sehingga mereka banyak yang bertanya "Apa itu kolokium?"


Saya mencoba menjelaskan sedikit ya. Dalam sebuah rangkaian tugas akhir (TA/skripsi) ada beberapa tahap yang harus dilakukan demi memenuhi syarat kelulusan. Ketika seorang mahasiswa IPB (meskipun tidak seluruh jurusan melakukan hal ini) akan melakukan penelitian/magang sebagai metode TA nya, maka hal yang pertama dia harus lakukan adalah melaksanakan KOLOKIUM. Kolokium adalah sebuah presentasi mengenai usulan TA yang akan kita laksanakan di depan dosen dan kawan2, agar mereka mengetahui TA kita. Selain itu, kolokium berguna untuk meminta masukan kepada kawan2, terkait metode yang kita gunakan.

Setelah kolokium, maka kita akan melakukan TA. Nah, ketika kita sudah mengolah data dari TA yang kita lakukan dan telah memasukkan draft skripsi yang sudah disetujui dosen, maka kita baru dapat melakukan seminar, yaitu presentasi dari hasil TA yang kita dapatkan dihadapan dosen dan kawan2. Ketika seminar, kawan2 kita sudah tidak bisa memberi masukan. Justru mereka yang akan banyak bertanya, "mengapa begini, mengapa begitu". Setelah nya, baru kita sidang TA. Saat sidang, tentu saja hanya dosen penguji yang hadir. Kawan2 kita hanya menyemangati dan membantu doa dari luar.

Nah, kemarin, akhirnya saya kolokium juga. Awalnya saya berencana untuk melakukan magang. Sejak saya masuk jurusan Agronomi dan Hortikultura, saya bertekad bahwa saya akan magang di kebun teh. Kan asyik, tiap hari bisa berada di kebun teh. Sejuk dan tenang. Tapi, setelah melihat pekerjaan magang di perkebunan yang cukup berat, saya putuskan saja untuk melakukan penelitian. Penelitian ini saya pilih karena saya menyukai komoditas nya. Judul penelitian saya adalah "PENGARUH PEMUPUKAN FOSFOR TERHADAP KANDUNGAN ANTOSIANIN DUA VARIETAS ROSELLA" Pokoknya komplit plit..Karena selama 4 bulan saya akan menanam Rosella di lapang dan setelah nya akan menguji kandungan bioaktif dengan metode ekstraksi di laboratorium...Asyik...

Sebenarnya saya sudah meminta tolong teman saya merekam kolokium saya, tapi rupanya tidak direkam nya *Hix..Hix..kawan ku...Kenapa tidak kau rekam?* Ya sudahlah, meskipun foto2 nya pun banyak yang buram, tapi kan yang penting sudah berlalu... Berikut akan coba saya perlihatkan foto saya bersama kawan2 yang telah membantu saya.


Dari kiri ke kanan ada : Rinay dan Widya yang membantu membagikan makalah kolokium saya, kemudian ada saya, dan ayu yang jadi seksi dokumentasi dadakan... Kita berfoto setelah kolokium. Wah, kawan, nanti tiba saat kalian kolokium, saya pasti membantu..Tenang saja..

Foto di atas adalah saya bersama kawan2 yang melakukan kolokium pada hari itu. Dari kiri ke kanan ada : Ardi (magang kelapa sawit), Rahman (pendugaan parametrik melon), Dini (perbanyakan stek nenas), Dina (uji adaptasi melon), saya dan Furqon (magang kelapa sawit). Ada yang kurang satu orang, ternyata beliau langsung pergi karena ada kuliah.

Setelah selesai kolokium, banyak yang memberi selamat..Padahal saya bingung, "Lho, ngapain dikasih ucapan selamat ya??" Banyak juga yang komentar "Bagus koq presentasi nya".. Wah, padahal saat itu saya benar2 grogi. Berhubung saya yang pertama kali tampil, jadi saya agak ragu berbicara. Ketika sesi tanya jawab pun, saya masih tetap grogi, khawatir pertanyaan yang keluar adalah pertanyaan yang aneh2. Alhamdulillah, pertanyaan standar yang memang sudah saya perkirakan. Tapi, sejauh ini, saya senang, karena dari kolokium saya banyak dapat masukan dari kawan2.. Terima kasih ya kawan2.. ^^)p

Read More

14 Desember 2008

PEMANGKASAN KAKAO

Beberapa hari lalu (11/12), saya melakukan praktikum pasca panen pertanian. Berhubung saya tidak mempelajari pasca panen hilir (memproduksi menjadi barang siap konsumsi), maka praktikum kali ini adalah memangkas pohon kakao yang ada di Kebun Percobaan Cikabayan. Sebenarnya cukup singkat praktikum kali ini, pun tidak harus panas-panasan karena kondisi di lapang tempat pohon kakao tumbuh banyak terdapat pohon karet sebagai pelindung.

Saya tidak akan banyak menjelaskan di sini mengenai pemangkasan kakao itu sendiri. Jika kawan ingin melihat yang lebih lengkap silahkan di sini. Mungkin kawan perlu tahu, bahwa buah kakao langsung tumbuh pada batang utama atau cabang nya. Oleh karena itu, pemangkasan dimaksudkan untuk membuang cabang-cabang tersier (yang kecil) agar sinar matahari dapat masuk mengenai batang utama. Sinar matahari itu sendiri, diperlukan untuk merangsang pembungaan yang merupakan awal terbentuknya buah. Untuk pohon kakao yang dipangkas secara rutin saja, dari 100.000 bunga, yang terbentu buah hanya 10% nya. Bahkan dari 10% tersebut, hanya sedikit buah yang bertahan sampai dapat dipanen. Mungkin, itu termasuk alasan yang membuat harga coklat lumayan mahal.

Hari itu, kawan2 sekelompok saya seperti nya sangat senang sekali. Terutama karena ada saya yang jadi sie.dokumentasi. Lihat saja gaya2 mereka.


Di foto pertama, ada du kawan saya, ayu dan fauzan yang saling mengeluarkan senjata nya. Kalau saya lihat alat2 yang digunakan pada praktikum ini, sebenarnya cukup mengerikan. Bukan hanya karena tajam nya, tapi juga karena karat nya. Duh, sebenarnya sempat bergidik juga.

Foto kedua itu, kawan2 sedang menunjukan hasil kerja mereka. Bukannya melakukan pemangkasan, kami malah asyik membuat batang penunjuk (sisa batang kakao yang dipangkas, kemudian dikuliti). Hanya saya yang tidak ikut mengikuti tingkah mereka. Akhirnya, saya malah tidak dianggap sebagai anggota kelompok *hix..hix..*

Dan sepertinya, di antara kelompok yang ada, hanya kelompok kami yang melakukan hal "aneh" tersebut. Duh, mba-mas, mbo ya diinget, sekarang dah tingkat akhir. Koq ya masih main kaya begituan ^-^)p


Setelah melakukan pemangkasan, akhirnya kami foto2 dengan buah kakao nya. Buah kakao yang telah siap ditandai dengan perubahan warna yang hijau menjadi kuning atau jingga. Berhubung tempat praktikum ini adalah lahan yang memang bukan untuk komersil, kami akhirnya jadi memakan buah kakao yang telah masak. Ternyata asam ya.. Benar saja, dosen kemudian menjelaskan bahwa buah kakao yang baru dipanen memiliki pH sebesar 3,5..Wuih, asam sekali. Oleh karena itu, bagi penderita maag diharap jangan banyak memakan buah kakao *Kalau saya sih lebih pilih makan coklat nya saja*

Sayangnya, dengan banyaknya pohon kakao yang ada di Indonesia, ternyata tidak cukup dapat membantu devisa negara. Umumnya yang diekspor ke negara lain adalah biji kakao yang belum mengalami proses lanjutan. Setelah sampai di luar negeri, buah kakao kita diolah menjadi coklat yang akhirnya malah kita impor. Miris memang, tapi begitulah adanya. Negara kita yang memiliki banyak SDA, yang SDA nya banyak diekspor ke negara lain, tapi kita justru malah mengimpor bahan siap konsumsi SDA yang kita miliki dari negara lain. Bagi kawan yang ingin lebih mengetahui tentang industri kakao, silahkan lihat di sini ya..Terima kasih..
Read More

30 November 2008

Kuliah Kerja Profesi

Setelah mendapat komentar dari arieyanie, saya jadi memikirkan lagi.. Iya ya, sebenarnya apa yang sudah saya berikan untuk kampus tercinta ini. Mungkin dalam hal prestasi agak susah. Tidak seperti jaman SMP atau SMA dulu. Entah kenapa, apa persaingan di IPB begitu sulit ya?
Saya saat ini memang sedang belajar. Untuk mengharumkan almamater dengan cara yang lain. Saya jadi teringat ketika bulan Juli-Agustus 2008 kemarin saya dikirim ke daerah Tegal, Jawa Tengah untuk mengabdikan diri pada masyarakat di sana. Mencoba berbagi ilmu apa yang kita miliki untuk membantu petani di sana. Dan alhamdulillah, antusiasme warga terhadap kedatangan kami sangat baik. Bahkan mereka sering bilang bahwa anak2 IPB baik dan pandai bergaul. Kalau menurut saya sih, tidak harus dengan prestasi akademik kita mengharumkan nama kampus tercinta. Tapi juga harus dengan dedikasi, sebuah perwujudan nyata akan ilmu yang kita punya agar bermanfaat bagi orang lain. Ketika kita memberikan sebuah pencerahan kepada masyarakat, maka mereka secara tidak langsing juga melihat almamater kita..
Foto di atas diambil ketika kami akan pulang ke Bogor. Sepertinya bapak dan ibu lurah agak sulit melepas kami *hoho..karena kami anak baik pastinya* Dari kiri ke kanan: Yosep (Arsitektur Lanskap), Diah dan saya (Agronomi dan Hortikultura), Bapak dan ibu, Nana dan Rani (Ilmu Tanah), dan Yoki (Hama dan Proteksi Tanaman). kalau menurut teman2, apa yang bisa teman2 lakukan demi kampus tercinta...
Read More

29 November 2008

Kampus Tercinta


Saat ini saya adalah seorang mahasiswi tingkat akhir. Insya Allah, minggu depan sudah mulai melakukan penelitian.. *hoho..senang sekali* Padahal harusnya saya masih seperti teman2 yang lain, baru mengerjakan penelitian di semester 8 bulan februari nanti. Tapi, ternyata jalannya memang dimudahkan, hingga akhirnya saya bisa mulai bulan ini.
Sering ketika saya melihat tulisan "FAKULTAS PERTANIAN" di depan fakultas, saya teringat akan masa 3,5 tahun silam. Banyak yang telah terjadi dalam hidup saya di kampus tercinta ini. Terukir dengan indah bersama teman-teman seperjuangan.Institut Pertanian Bogor, adalah sebuah kampus yang telah saya cita-citakan sejak saya SMP dulu..Ketika teman2 masih sibuk bermain, saya sudah melejit dengan menentukan cita-cita. Bahwa saya ingin jadi petani. Entah petani yang seperti apa. Tapi, kata dosen saya sih, jadi "petani yang berdasi" Semoga saja.
Tidak terasa bahwa sebentar lagi saya akan pergi meninggalkan kampus tercinta. Untuk mencoba mengamalkan ilmu yang saya punya untuk masyarakat, khususnya petani Indonesia. Saya pasti bisa.
Read More